Kamu ke mana?


Kamu ingin kita seperti apa?

Tidak...bukan begitu pertanyaannya. Kamu ingin aku seperti apa?
Menantimu dengan sabar, mengatakan kepada diriku sendiri bahwa aku dan kamu akan baik-baik saja melewati hubungan (ber) jarak (sangat) jauh ini, atau aku boleh meninggalkanmu sekarang?

Ini...disini ada laki-laki manis, selalu manis. Memperhatikan aku dengan manis, menjagaku seperti menjaga anak ayam dalam kandang dengan lampu neon sebagai penghangat. Mengantarkanku makan malam ketika hujan deras. Itu yang paling sederhana. Pernah sekali waktu aku sakit, aku bertahan di kamar kos ku menunggu besok pagi karena aku bisa leluasa minta tolong tetangga kamarku, karena waktu itu sudah pukul 2 pagi. Aku hanya mampu menekan tuts handphone untuk mengabarimu, namun kamu mengabaikannya. Mungkin karena pagi buta. Aku mengerti.

Pagi itu, membelah jalanan becek setelah diguyur hujan, dia membawaku ke Rumah Sakit dan aku harus dirawat 7 hari lamanya, kamu ke mana? Waktu itu mungkin aku kelelahan mengerjakan skripsi, lupa makan, ditambah pikiran ini itu. 

Waktu aku wisuda, aku memintamu datang bersama Bapak dan Ibu, kamu ke mana?
Oke...aku kembali ke Jakarta, aku menyuratimu memintamu datang, kamu tidak datang. Kamu ke mana?
Aku menyuratimu lagi, memintamu membalas suratku seandainya memang jadwalmu sepadat pasir pantai. 
Kamu ke mana?

Kamu ingin aku seperti apa? Aku tidak tahan menunggumu selama ini, aku mengatakan aku memilikimu kepada lelaki manis yang menawarkan perhatian dan bantuan kepadaku. Seakan dia kasihan kepadaku, dia iba kepadaku, seolah aku butuh ditemani, iya...aku butuh kamu menemaniku. Kamu ke mana?
Hari ini kamu kelewatan, sudah 7x ulang tahunku kamu lewatkan. Kamu ke mana?

Tolong jawab pertanyaanku!!

Aku mengantarkan surat ini, di teras rumahmu. Hujan rintik-rintik ditemani lelaki manis yang kuceritakan padamu. Aku tidak tahan hanya memandang papan bertuliskan namamu. Ini...aku bawakan kembang setaman untuk menghiasi teras rumahmu, tapi kamu ke mana??

“sudah Nindya, ayo kita pulang, biarkan Dimas tenang disana” aku mendengar lelaki manis ini berkata demikian kepadaku. Apa maksudnya? Kamu ke mana? Kamu ke mana?????!!!!

Komentar

Postingan Populer