Setahun Kemarin

16 Januari 2011 - setahun kemarin

dia menjerumuskanku dalam kepedihan yang amat dalam, kamu mengulurkan tangan sebagai pegangan
ingin ku tertawa terbahak-bahak ketika aku mengingat peristiwa itu
dengan bodoh aku merendahkan diri meminta dia kembali, meyakinkan lagi
menghadap kepada sang ayah memastikan keputusan, yang waktu itu aku tidak berpikir itulah keputusan terakhir
ada harapan sebelum berakhir
ada kesempatan terakhir
nyatanya aku tergelincir dalam lekukan luka menganga

hari itu aku dibuang, setidaknya itu yang aku rasakan. dihari yang sama aku mengetahui adanya perselingkuhan, hanya itu aku mampu mendefinisikan.
ketika dia mengatakan memilihnya, tidak ada putaran untuk membalik arah, ke arahku
aku hanya mampu menitik lingkaran-lingkaran basah diatas permukaan bahan bernama jeans, yang malam itu aku kenakan.

kamu...aku menelponmu, entah mengapa namamu yang muncul dikepalaku
aku berharap kamu mau mendengarku, itu saja yang aku perlu
aku menggelepar diantara jemuran, hanya mengenakan pakaian rumahan, menangis, suaraku parau sedikit bergetar
tidak dengan tanganku, aku seperti orang penyakitan, lebih-lebih hatiku getarannya menggelegar
SIAL!!! pikirku, tapi bukan itu yang aku katakan, hanya tangisan dan sesenggukan yang kuperdengarkan
aku tidak bisa pulang malam itu karena malam sudah larut, aku memilih untuk tinggal
kamu berhasil menenangkanku, meski aku tidak sepenuhnya tenang

"besok aku jemput, dan kamu ikut aku" begitu katamu, aku menurut saja
karena kamu di luar kota, aku memilih bertemu ditengah, ya begitu saja
saat matahari berada ditengah kepala, dan kamu selesai berolahraga kita meninggalkan arena
tak banyak tanya, kamu hanya melempar canda
aku sesekali bercerita tentang dia

seketika aku meminta kamu mengantarku ke arena dia berolahraga "kamu yakin dia disana?" katamu
"entahlah..." jawabku ragu ketika itu, tapi aku memaksa, dan kamupun melakukannya
mengantarku ke sana

hari itu memang hujan lebat, tidak dihiasi petir memang. tapi dikepalaku banyak kilatan-kilatan cahaya entah itu bertanda apa.
benar saja B.1158.PFP menunggu si empunya diujung pelataran
aku berjalan....dengan nafas menderu, kamu menungguku dibelakang kemudimu, ah terima kasih karena kamu tidak menggangguku saat itu
ah....aku melihatnya dengan wanita itu
akupun tidak mampu menuliskannya disini, terlalu....

kamu...telah menyelamatkan sisa-sisa hatiku yang masih ada, memang tidak dengan kau rengkuh untuk kau jadikan milikmu, paling tidak aku tau ada seorang bernama kamu yang pernah membantuku melalui itu.

kini...365 hari sudah terlewati. kamu sudah memiliki tambatan hati dan aku masih sendiri. tenang saja, akan ada seseorang sepertimu yang akan menggapai tanganku dan memintaku untuk jalan bersama disampingnya.

16 Januari 2012 - setahun kemudian

Komentar

  1. hampir setiap detil di crita fiksi ini seolah kamu bercerita tentang kenyataan.
    yang aku tangkep disini ada seorang wanita yang gigih memperjuangkan cintanya, sampai mengorbankan malu bahkan harga dirinya untuk meminta sang lelaki untuk balik padanya meskipun dia tahu itu mustahil karna sudah ada orang lain dihatinya. lalu muncul seseorang yang mencoba mengangkatmu dari keterpurukan, karna dia tau sakitnya. tapi klo boleh aku nebak2, antara tokoh wanita dan kamu di crita ini nantinya tidak berakhir bahagia seperti yg ada di sinetron indonesia, tapi 2 org ini selalu punya cerita sendiri. meskipun diantara mereka tidak mengetahui apa yg sebenarnya ada di hati mereka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. *tulis cerita selanjutnya*

      Hapus
    2. it's true?ow you two have a special relationship.

      Hapus
    3. aku,kamu dan dia...yes we are

      Hapus
    4. pengalaman menarik,berkesan,menyentuh.antara kamu dan aku,akun di atas memiliki analisis yang baik.apakah berkaitan antar sesama akun?

      Hapus

Posting Komentar

Postingan Populer